celebrity: Anak Mbah Surip Minta Maaf

celebrity: Anak Mbah Surip Minta Maaf


Anak Mbah Surip Minta Maaf

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Farid Wahyu, putra kedua mendiang seniman Mbah Surip, menyatakan permohonan maafnya atas insiden pengusiran dan pelemparan botol mineral terhadap juru kamera, di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta siang tadi.

Di sela acara Doa Bersama untuk Mbah Surip yang digagas Surabaya Community di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/8) malam, Farid menghaturkan maafnya.

"Di acara ini mohon maaf, saya tadi siang cukup drop karena menghandle 37 orang. Saya kalut, keluarga itu kan dari kampung, kalau kalian sorot, saya khawatir mereka bisa ikutan drop karena mereka masih berduka," aku Farid.

"Aku memang tidak terpuji dan tidak terkontrol. Saya minta maaf. Saya cuma ingin melindungi keluarga dari Mojokerto," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Farid sempat mengamuk ketika mengetahui sejumlah wartawan dan juru kamera mencoba mencegat keluarganya yang hendak kembali ke Mojokerto. Farid sempat kehilangan kendali lantaran emosi.Ia pun sempat mengusir para wartawan dan melempar botol air mineral dan mengenai seorang juru kamera dari stasiun televisi swasta. (C7-09/EH)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Dicari Master Lagu "Belajar Mengaji" Mbah Surip

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sebelum akhir hayatnya, puluhan lagu telah diciptakan Mbah Surip. Salah satu terbaru, yang belum lama ini dibuatnya adalah lagu berjudul "Belajar Mengaji". Lagu itu, saat ini tengah dicari masternya agar bisa diperdengarkan kepada publik.

 

Al Munir, produser eksekutif program acara musik Playlist (SCTV), di sela malam doa bersama untuk Mbah Surip di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/8) malam, sempat memutarkan lagu Simbah tersebut. "Jika berkenan, saya akan memutarkan sebuah lagu Mbah Surip. Ini akan mengingatkan kita akan sosok Mbah Surip," kata Munir sambil memutar lagu "Belajar Mengaji" yang dinyanyikan Mbah Surip.

 

Munir menilai jika ternyata Mbah Surip mampu memberikan sentuhan warna musik reggae dengan nuansa religi. "Dia senang banget, ternyata reggae bisa mengiringi lagu rohani," ungkap Munir. "Sama kita tahu Mbah Surip bikin lagu itu sederhana, cuma A, Ba, Ta, Sa saja sudah jadi lagu," sambungnya.

 

Mendekati bulan Ramadhan ini, Munir berupaya melacak master lagu yang berlirik Alif fatah A, Alif kasroh i, Alif dommah U, A, I, U itu. "Saya lagi lacak rekaman itu, karena lagu "Belajar Mengaji" itu enggak masuk label," ujar Munir.

 

Munir juga menjanjikan jika dalam waktu dekat ini, lagu "Belajar Mengaji" milik Mbah Surip akan segera dapat didengar masyarakat umum. "Dalam waktu dekat ini Insya Allah, kita lihat saja nanti," janji Munir.(C7-09)

 




image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Komunitas Surabaya Gelar Tahlilan untuk Mbah Surip

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sehari setelah penyanyi lagu "Tak Gendong ke Mana-Mana", Mbah Surip wafat, alunan ayat-ayat suci Al-Quran pun dibacakan para handai taulan, kerabat dan anak-anak Mbah Surip dalam acara gelar doa bersama untuk Mbah Surip, di Jalan Palbatu Raya No. 4 Tebet, Jaksel, Rabu (5/8) malam.

 

Tahlilan yang dimulai dengan pembacaan surat Yasin dan siraman rohani berjalan penuh hidmat. Tahlilan ini pun digelar dengan maksud untuk mengenang Mbah Surip yang meninggalkan kesan bagi arek-arek Suroboyo yang berada di Jakarta dan terhimpun dalam Surabaya Community.

 

Dalam malam doa bersama itu pun, ceramah siraman rohani membahas kesederhanaan hidup Mbah Surip dengan yang tak pernah terlena dengan harta, serta memaknai filosofi I Love You Full menjadi contoh teladan yang patut ditiru.

 

Acara malam tahlilan yang dimulai tepat pukul 19.30 ini juga dihadiri oleh anak kedua Mbah Surip, Farid Wahyu yang sebelumnya sempat kehilangan kendali lantaran emosi hingga melempar botol air mineral di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta siang tadi. (C7-09)

 

 



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Piyu PADI Sulit Bisa Meniru Mbah Surip

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com — Terlihat mudah, tetapi sulit ditiru. Itulah kesan yang ditangkap oleh gitaris grup band PADI, Piyu, saat menangkap kesan kesederhanaan dan kepolosan penyanyi Mbah Surip.

"Ya, kalau inspirasi saya ambil dari sisi kesederhanaan, low profile. Punya tidak punya, dia masih dibonceng naik motor dan dia lebih utamakan kesederhanaan, buat saya itu sulit ditiru," aku Piyu saat ditemui dalam gelar doa bersama untuk Mbah Surip yang diselenggarakan Surabaya Community di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/8) malam.

Memang, sosok Mbah Surip cukup istimewa di mata Piyu. Bagi Piyu, masa perkenalan dengan Mbah Surip yang terjadi tahun 2002 merupakan kali pertama bagi Piyu mengenal tawa khas dan kalimat "I Love You Full". "Ajaib, kesederhanaannya dan keluguannya bisa memengaruhi banyak orang di sekitarnya, dan 2002 itu saya kenal I Love You Full Mbah Surip," cerita Piyu.

Dari sisi musikalitas yang dibawakan Mbah Surip, Ia menilai, lagu "Tak Gendong ke Mana-mana" merupakan simbol kesederhanaan. "Dari lagu, sisi kesederahanaan dan kepolosan yang sudah lama kita tinggalkan," terang Piyu. "Mbah Surip ambil idiom-idiom yang makna filosofinya kental dan sudah lama kita tinggalkan," tutupnya. (C7-09)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Caroline Zachrie Peduli Anak Jalanan

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com — Model senior, Caroline Zachrie (34), sangat peduli dengan nasib anak-anak jalanan. Bagi model dan peragawati yang juga malang melintang di dunia presenter dan film ini, anak-anak memegang peranan penting dalam terbentuknya sebuah negara yang maju.

Menurut Caroline, Bangsa Indonesia bakal maju bila mengutamakan pendidikan, khususnya pendidikan bagi anak jalanan. "Child by child we build our nation," ungkap Caroline yang hendak menyatakan bahwa, dengan anak, kita membangun bangsa, pada Press Conference Yayasan Cinta Anak Bangsa (YPAC), Rabu(5/8).

Meskipun apa yang diungkapkan Caroline merupakan pinjaman dari moto YPAC, ia tidak peduli. "Pendidikan sangat penting dan dibutuhkan anak jalanan. Pendidikan itu tidak sekadar belajar di sekolah, tetapi juga pelatihan yang dapat membuat mereka survive (bertahan hidup) di lapangan." papar Caroline.

Duta baru dari YPAC yang baru dikukuhkan pada 4 Agustus 2009 ini mengakui bahwa dirinya pernah beberapa kali mengunjungi rumah belajar anak-anak jalanan di kawasan Duri Kepa. "Saya pernah mengunjungi langsung kegiatan di lapangan dan merasa tertarik. Selain difungsikan sebagai rumah belajar atau setara dengan sekolah, kegiatan di dalamnya meliputi pembekalan kursus," cetus Caroline.

Kursus yang dimaksud Caroline ialah kursus bahasa Inggris, komputer, dan pembekalan di bidang perhotelan yang mengarah pada restoran. Selanjutnya, Caroline juga mengatakan bahwa dirinya berharap bisa terjun ke lapangan dan membantu anak-anak tersebut. "Saya akan membantu apa pun yang diperlukan bila saya mampu." M5-09



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

0 Response to "celebrity: Anak Mbah Surip Minta Maaf"

Post a Comment

Powered by Blogger