celebrity: Soal Video Porno, Manohara Cuek

celebrity: Soal Video Porno, Manohara Cuek


Soal Video Porno, Manohara Cuek

Posted:

JAKARTA, KOMPAS. com - Lewat telepon selular, beredar video porno dengan perempuan pemeran mirip Manohara Odelia Pinot. Tapi, model yang kini jadi bintang klip video dan sinetron ini cuek atau tak ambil pusing.

Ketika diminta tanggapannya mengenai video hubungan intim berdurasi 11 menit dan perempuan pemainnya yang mirip dirinya, Mano mengaku belum pernah mengetahuinya. "Mano belum dengar mengenai video itu. Mungkin itu kebetulan mirip dengan Mano saja," kata model yang jadi bintang klip video dan sinetron ini di Jakarta, Minggu (16/8).

Lanjut Mano, bisa jadi hal tersebut ada kaitannya dengan proses hukum yang sedang dihadapinya untuk kasus kekerasan dalam rumahtangga yang, menurut Mano, dilakukan terhadapnya oleh suaminya, pangeran Kesultanan Kelantan (Malaysia) Tengku Temenggong Mohamad Fakhry Petra. "Ini hanya masalah kasus. Mungkin mereka (pihak Kelantan) ingin mencari kasus dan aib baru untuk menghilangkan kasus yang ada," katanya lagi. "Mungkin mereka selalu memunculkan kasus-kasus baru untuk Mano. Mano hanya ingin menghadapi kasus yang ada daripada harus memikirkan hal-hal yang seperti itu," sambungnya.

Masih menurut Mano, pihak Kelantan sampai saat ini tidak pernah fokus dengan kasus yang dialaminya. "Sampai saat ini Mano belum lihat dan dengar mengenai video itu. Sekarang. Mano fokus dengan kasus Mano yang sebenarnya. Mereka sampai saat ini enggak pernah fokus dengan kasus ini," pungkasnya. (C9-09)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Wah... Fans Iwan Fals Diskusi Soal Terorisme

Posted:

JAKARTA,KOMPAS.com - Penggemar penyanyi legendaris Iwan Fals yang tergabung dalam Organisasi Orang Indonesia (OI) ternyata tidak hanya sekedar sekumpulan pemuda yang hanya bisa bicara soal musik.

Melihat isu terorisme yang mencuat akhir-akhir ini, OI bekerja sama dengan Yayasan Lazuardi Birru mengadakan sebuah diskusi bertajuk Generasi Muda dan Terorisme yang diikuti ratusan penggemar Iwan Fals dari berbagai daerah di Museum Keprajuritan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (15/8).

Diskusi yang merupakan bagian dari rangkaian acara jambore dalam rangka ulang tahun OI yang jatuh setiap tanggal 16 Agustus ini, antara lain menghadirkan mantan Wakapolri Adang Darajatun, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, mantan Kepala Densus 88 Surya Dharma, dan Psikolog Tika Bisono.

Menurut Wakil Ketua Umum OI Al Hafiz Rana, permasalahan mengenai terorisme saat ini sudah sangat berbahaya karena sudah mulai masuk ke generasi muda. "Saat ini muncul fenomena baru anak muda sebagai pelaku teror. Ini penting bagi anggota OI yang juga anak muda untuk mengkritisi isu terorisme ini," ungkap Hafiz.

Sementara Surya Dharma dalam paparannya kepada peserta diskusi mengatakan bahwa sudah saatnya melakukan berbagai upaya untuk menghindarkan generasi muda dari pengaruh radikalisasi dengan upaya deradikalisasi. "Tindakan represif tidak akan efektif menangkal tumbuhnya terorisme," ungkap Surya Dharma.

Sedangkan Tika Bisono menyoroti persoalan psikologis anak muda yang rentan dipengaruhi berbagai ideologi kekerasan dan radikal, termasuk terorisme. "Remaja selalu mencari identitas dirinya, sehingga dalam situasi seperti itu, apapun pilihan hidupnya akan dipengaruhi oleh lingkungannya. Maka selain orang tua, negara juga berkewajiban melakukan character buliding untuk kaum muda," ujarnya.

Diskusi yang dikemas dalam format ala anak muda ini juga diselingi dengan berbagai pertunjukkan musik dari anggota OI dari berbagai daerah.

Ardi, salah satu penggemar Iwan Fals dari Cibinong mengaku antusias dengan acara ini. Menurutnya selain bisa berkumpul sesama anggota OI, diskusi ini juga memberikan wawasan tentang cara mencegah terorisme. "Biar anak-anak juga enggak terpengaruh dengan ajaran-ajaran sesat," tandasnya. (SUNU)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

0 Response to "celebrity: Soal Video Porno, Manohara Cuek"

Post a Comment

Powered by Blogger