celebrity: Tantowi Yahya: Saya Ingin Kekuasaan

celebrity: Tantowi Yahya: Saya Ingin Kekuasaan


Tantowi Yahya: Saya Ingin Kekuasaan

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar anggota DPR 2009-2014 adalah anggota baru. Ada banyak alasan mereka memilih untuk meninggalkan pekerjaannya dan memilih berkantor di Senayan.

"Kalau saya, saya ingin kekuasaan," kata Tantowi Yahya, caleg terpilih dari Dapil Sumsel II Partai Demokrat di sela-sela pembekalan calon anggota DPR dan DPD terpilih di Jakarta, Selasa (29/9).

Menurutnya, kekuasaan itu diperlukan untuk bisa memberikan kekuatan guna merealisasikan aspirasi rakyat yang memilihnya, yakni memajukan dunia pertanian dan energi, khususnya di Sumatera Selatan.

"Kalau saya berteriak sebagai aktor, tidak ada yang mendengarkan. Saya ingin menggerakkan semua komponen yang ada untuk lakukan perbaikan," ujarnya.

Daerah Sumatera Selatan sendiri memiliki potensi yang cukup besar untuk pertanian karena 70 persen warganya adalah hidup dalam dunia pertanian. "Sumsel itu lumbung energi dan pangan nasional," ucap Tantowi.

Untuk mewujudkan itu semua, ia sadar tidak bisa dikerjakan sendiri. Maka, ia memimpikan membentuk kaukus wakil rakyat yang berasal dari Sumsel, baik anggota DPR maupun DPD.

"Saat ini ada 17 anggota DPR dan 4 DPD dari Sumsel. Mereka dipilih rakyat karena melihat partai tapi sosoknya, maka kita mesti mewujudkan aspirasi mereka," demikian Tantowi Yahya. (ONE)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tantowi Yahya: Jadi Anggota DPR Tidak Bebas, Gaji Berkurang

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com — Terpilihnya Tantowi Yahya sebagai anggota DPR membuat hidupnya berubah total. Yang tadinya tak pernah diperintah sekarang harus mengikuti aturan pimpinan di Senayan.

"Saya ini orang bebas, tidak punya atasan. Apa yang ingin saya lakukan ya saya lakukan. Tapi sekarang tidak bisa," katanya di sela-sela pembekalan bagi anggota DPR dan DPD terpilih di Jakarta, Selasa (29/9).

Menurut Tantowi yang berasal dari Dapil Sumsel II, keterbatasan lain juga soal kekayaan. Selama ini tidak ada orang lain yang memonitor kekayaannya.

"Sekarang saya masuk ke ruang lingkup yang dibatasi dan disoroti. Income saya jauh berkurang. Lebih enak jadi penyanyi country dan MC (pembawa acara)," papar Tantowi. (ONE)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Bagi Bambang Trihatmojo, Sekali Cerai Tetap Cerai

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Bambang Trihatmojo mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah selanjutnya kalau ternyata kasasi kliennya ditolak Mahkamah Agung (MA).

Sejauh ini, aku sang kuasa hukum, Juan Felix Tampubolon, SH, baru dari media ia mendengar kabar bahwa MA menolak kasasi yang diajukan oleh kliennya, berkenaan dengan penolakan Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel) atas permohonan cerai yang diajukan oleh kliennya terhadap Halimah Agustina Kamil. "Kalau sudah ada putusan dan melihat apa pertimbangannya, saya baru bisa berkomentar atas pemberitaan media. Yang etis, para pihak langsung diberitahu. Kalau belum diberitahu, hanya mendengar dari pemberitaan, kami jadi sulit untuk mengomentari," kata Juan Felix Tampubolon, SH, kuasa hukum Bambang, ketika ditemui di kantornya di kawasan Tulodong, Jakarta Selatan, Selasa (29/9).

Namun, kata Juan Felix, penolakan MA itu merupakan hal biasa dalam proses hukum. "Satu proses hukum itu sifatnya formal, tidak ada yang harus dikecewakan (dari proses hukum tersebut). Kami bekerja berdasarkan kuasa dan profesional. Apa pun keputusannya, harus kita hormati," katanya lagi.

Namun, lanjut Juan Felix, meskipun kasasi tersebut ditolak, kliennya tetap ingin memutus tali silaturahim dengan Halimah sejak permohonan cerainya diajukan ke PA Jakpus. "Dari awal diajukan permohonan perceraian, itu karena adanya keinginan untuk bercerai dari salah satu pihak. Kalau dilihat dari fakta yang ada, itu sudah jelas ada keretakan rumah tangga," paparnya. "Hukum tidak bisa memaksa untuk saling mencintai, tapi mencoba untuk mendamaikan. Hukum tidak bisa dan tidak mempunyai kewenangan untuk memaksakan orang untuk bersatu dan mencintai lagi," tekan Juan Felix.

Sambungnya, dalam rumah tangga Bambang dan Halimah memang sudah tak ada kecocokan lagi. "Dalam hukum Indonesia, tidak ada pada akhirnya perceraian ditolak, apabila sudah ada keretakan dalam rumah tangga dan itu terlihat jelas. Selain itu, sudah lama tidak ada campur tangan kedua belah pihak, itu kata Halimah, bukan kata saya," tegasnya lagi.

Terangnya, pihaknya akan mengambil langkah selanjutnya walaupun kasasi telah ditolak. "Kalau rumah tangga sudah retak, hukum tidak bisa memaksa untuk dipersatukan dan ini belum final. Kalau perlu, (proses hukum) diulang pun juga tidak apa-apa," ujarnya. (C9-09)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Ratna: Ibunda Manohara Akan Segera Diciduk!

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com Kasus dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) yang melibatkan ibunda Manohara, Daisy Fajarina, bakal memasuki babak baru.

Ratna Sarumpaet, aktivis perempuan yang mendampingi Shaliha, mantan PRT Daisy saat menetap di Perancis, menyampaikan sinyalemen itu. "Sebentar lagi dia akan ditangkap kok," katanya menanggapi kelanjutan kasus Shaliha, saat ditemui di Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (29/9).

Menurut Ratna, penangkapan terhadap Daisy tinggal menunggu waktu. "Kita lagi mengecek soal adanya surat yang telah dikeluarkan dari pihak Perancis, yang akan menjadi dasar penangkapan dia. Saya telah dengar kabar bahwa surat itu sudah dikirim ke pihak terkait di sini. Kalau sudah beres, pihak interpol akan segera menangkapnya," tegasnya.
 
Hingga saat ini, kata Ratna, upaya pemeriksaan terus diupayakan pihak berwajib termasuk memeriksa sejumlah saksi. "Proses hukum harus terus berlanjut. Kemarin memang agak slow down karena lagi bulan puasa," katanya.

Sejumlah pihak terkait juga akan diminta keterangannya. ibu kandung Daisy, terang Ratna, yang saat ini menetap di Makassar juga dimintai keterangannya. "Adik kandung Daisy juga sudah dua kali diminta untuk hadir sebagai saksi, tapi dua kali panggilan dia tidak datang," katanya.

Selain di Indonesia, sejumlah saksi dari Perancis pun akan dimintai keterangannya. "Akan ada saksi dari Perancis. Nanti akan ada kepolisian yang akan berangkat ke sana untuk mendengarkan keterangan dari saksi di sana. Akan ada tiga orang saksi yang akan dimintai keterangannya, termasuk orang yang menolong Shaliha di sana," terang Ratna.

"Jadi tunggu saja. Saya enggak akan biarkan dia lolos dari penjara," tegas Ratna.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum bisa diperoleh keterangan dari pihak Daisy ataupun pengacaranya. (EH)



image

Stres, Marcelino Lefrandt Berdoa di Toilet

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com Pengalaman menjadi seorang dosen pernah dirasakan bintang sinetron dan model Marcelino Victor John Lefrandt. Selama satu semester suami Dewi Rezer itu pernah menjadi dosen honorer di Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.
 
"First day ngajar, sedikit nervous. Masuk toilet dan saya berdoa di toilet. Kayaknya ada beban yang sangat berat ketika saya harus menyandang status sebagai dosen," katanya saat dijumpai di Decanter Cafe, Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (29/9).

Tugas inilah yang membuatnya harus pulang balik Jakarta-Manado. Tawaran untuk menjadi dosen tamu disambut baik Marcelino saat itu. Maklum saja, ia awalnya berencana mengambil S-2 di universitas yang menjadi almamaternya itu.

"Saya dilematis. Kalau saya kuliah di sana, mau tak mau saya harus meninggalkan keluarga. Jujur juga, saya enggak bisa sepenuhnya meninggalkan dunia entertain yang sudah lama saya bina sejak lama. Akhirnya, saya memilih kuliah di sini saja (Jakarta)," ujar Marcelino yang kini mengambil kuliah S-2 di Jurusan Hukum Lingkungan Universitas Jayabaya, Jakarta.

Tak tertarik menjadi dosen di sini? "Kalau ada tawaran ya kenapa enggak," jawabnya.

Menjadi dosen, kata bintang sinetron laga Deru Debu itu, memberi pengalaman yang berbeda. Ia bisa berbagi ilmu dan menuntutnya untuk terus mau belajar. Ia pun bersyukur bila dirinya bisa mengikuti jejak sang ayah dan kakaknya yang juga seorang dosen.
 
Soal ketertarikannya memperdalam bidang hukum lingkungan, jelas Marcelino, karena berawal dari rasa keprihatinannya melihat kondisi alam yang kian hari kian memprihatinkan.

"Saya punya kecenderungan memikirkan apa yang harus kita wariskan terhadap anak cucu kita. Sekarang ini banyak pengusaha yang mengekploitasi alam demi mencari keuntungan tak memperhatikan masalah amdal," ujarnya. (EH)



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

0 Response to "celebrity: Tantowi Yahya: Saya Ingin Kekuasaan"

Post a Comment

Powered by Blogger