celebrity: Pinkan Mambo: 2009, Tahun Ujian

celebrity: Pinkan Mambo: 2009, Tahun Ujian


Pinkan Mambo: 2009, Tahun Ujian

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sebagai figur publik yang rentan akan pemberitaan mengenai kehidupan pribadinya, Pinkan Mambo menjadikan pengalaman pada 2009 pelajaran untuk 2010.

"Di 2009 cukup banyak ujian yang harus aku lalui. Tapi, itulah hidup yang harus disikapi di panggung entertainment. Dengan semua itu aku bersyukur. Buat aku itu penghargaan yang berharga," kata Pinkan.

Perceraian Pinkan dengan Sandy Sanjaya terjadi pada 2009. Namun, hal itu harus dihadapinya demi kebaikan kedua anaknya. "Harus aku hadapi.Aku ingin jadi yang terbaik untuk anak-anak. Yang penting, sampai sekarang makin baik," lanjut Pinkan, yang tetap "ngamen" pada Kamis (31/12/2009) malam di Manado, Sulawesi Utara.

Soal bekerja pada pergantian tahun kali ini, ia tidak menyangkal bahwa pada waktu itulah para pengisi acara bisa mengantongi lebih banyak uang ketimbang hari-hari biasa. "Tahun baru biasanya (bayarannya) lebih berkali-kali dari biasanya. Kalau honor, tiga kali lipat dari biasanya. Tahun baru momen yang spesial untuk para entertainer. Jadi, semuanya spesial, juga penampilanku," katanya lagi.

Diakuinya, ia tetap menyanyi pada malam tahun baru kali ini demi memenuhi kebutuhan anggota keluarganya. "Secara kebutahan, aku cari untuk keluarga. Kalau moment bareng keluarga, bisa setiap hari. Nanti ada waktunya. Rencanananya, kami akan liburan ke Malaysia atau ke Singapura setelah tahun baru," tandasnya. (C9-09)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Natal yang Beda bagi Sheila Marcia

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis dan model Sheila Marcia merasa lebih keibuan. Ia juga merasa lebih tegar lantaran ditemani jabang bayi yang yang tengah dikandungnya. "Mungkin karena tahun ini aku ditemani langsung oleh baby yang aku sayang," ungkap Sheila di sela acara Perayaan Natal di Rutan Pondok Bambu, Rabu malam kemarin.

 

Kehadiran calon jabang bayi inilah, yang membuatnya makin kuat menjalani hidup meski harus berada di balik terali besi. "Sekarang kan perlahan naluri keibuan aku mulai muncul. Pernah terpikir nanti masa depan aku dan anak aku seperti apa. Aku juga enggak mau asal ngomong lagi karena kasihan anak aku nantinya. Paling itu saja yang berubah, mulai dewasa, jangan sampai enggak. Mau jadi ibu soalnya, kasihan anak aku," ujar Sheila.

 

Diakuinya, perayaan Natal tahun ini dirasakannya cukup berbeda. "Aku jadi lebih tahu makna Natal yang enggak harus cuma makan-makan atau pesta-pesta saja. Meski ketemu mama di tanggal 25 kemarin tapi hari ini aku masih bahagia bisa merayakan Natal bersama Mama," katanya.

Di sisi lain, Sheila juga memaknai Natal kali ini dengan perasaan yang dalam. "Yang pasti Natal itu kelahiran Tuhan Yesus. Aku bersyukur kepada Tuhan yang masih mau menebus dosa manusia dan mau memaafkan aku, seorang yang berdosa. Kalau kata orang, orang yang jatuh ke dalam lubang yang sama tapi Tuhan mau memaafkan. Itu makna yang paling penting," tutur perempuan yang tengah mengandung tujuh bulan itu.

Dengan status tahanan yang kini ia jalani, Sheila pasrah menjalani Natal di penjara. "Yang penting aku masih bisa bersuka cita meski aku merayakan di dalam rutan. Jadi buat aku ini bukan satu hal yang tragis. Aku jalani dengan ikhlas, pasrah dan bersyukur. Ya sekalian menjalani sisa hukuman, jangan sampai kayak begini lagi," tutupnya. (C7-09)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Giring "Nidji": Gus Dur Diplomat Ulung

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai mahasiswa jebolan Ilmu Hubungan Internasional, vokalis Gring "Nidji" menaruh perhatian khusus kepada sosok mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Menurut Giring, Gus Dur adalah seorang diplomat ulung.

"Saya kan kuliahnya jurusan Hubungan Internasional, saya melihat Gus Dur seorang diplomat yang ulung," ungkap Giring saat ditemui di acara Konser Akbar Damai Indonesia, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (31/12/2009).

Penilaian Giring tersebut bukan tanpa alasan. Menurut penyanyi "Sang Mantan" itu keliahaian Gus Dur berdiplomasi bisa dilihat saat membuka wacana hubungan diplomasi dengan Israel. "Waktu itu dia berencana membuka jalur hubungan dengan Israel, padahal negara Arab saja tidak melakukannya. Ini karena Gus Dur sangat menghargai perbedaan," jelas Giring.

Meski begitu, Giring tak menampik jika keputusan Gus Dur ketika itu cukup mengundang kontroversi di dalam negeri. "Sosoknya memang kontroversial, soalnya apapun yang dikatakan itu kita enggak akan ngerti, tapi kalau kita paham itu, akan baik sekali maksudnya Gus Dur," imbuh Giring. "Saking pintarnya kadang kita enggak ngerti," sambungnya.

Sikap pluralisme Gus Dur juga diperlihatkan ketika ia membuka seluas-luasnya bagi buat etnis Tionghoa, untuk merayakan Hari Raya dan memperkenalkan seni budayanya. "Seperti dia memberikan kesempatan Tahun Baru Cina yang sebelumnya enggak pernah sama sekali. Itukan bagus sekali. Walaupun hanya sebentar (menjabat sebagai presiden) dampaknya sampai sekarang terlihat di mana-mana. Walaupun dia ada keterbatasan, ternyata orangnya brilliant," pungkas Giring. (C7-09)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Ahmad Dhani Tahun Baruan di Atap Rumah

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Ahmad Dhani akan merayakan pergantian 2009 ke 2010 di atap rumahnya, meskipun menghibur publik tak dilewatkannya juga.

Bersama artis-artis lain Republik Cinta Manajemen (RCM), Dhani memang akan manggung di sebuah tempat di Jakarta, pada Kamis (31/12/2009) malam. "Tapi, untungnya, tidak main di jam 12 malam. Jadi, bisa siapkan ojek buat pulang sebelum tahun baru," kata Dhani, yang merahasiakan bayarannya ngamen di malam tahun baru kali ini.

Pada detik-detik pergantian tahun nanti, ia akan berkumpul dengan ketiga putranya, Al, El, dan Dul, di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. "Tahun baru di atap rumah aja sama anak-anak. Memang dari dulu biasanya di sana dan tahun baru di atap rumah sangat menyenangkan sekali, bisa barbeque di sana," cerita mantan suami Maia Estianty ini.

Pada 2010, Dhani akan melunasi utangnya memproduksi album-album Mulan Jameela dan Dewa 19. "Saya awal tahun punya utang kepada Mulan dan Dewa untuk keluarkan album," katanya.

Tahun 2009, yang sudah dilalui oleh Dhani, dianggapnya sebagai tahun ketenangan."Tahun 2009 buat saya masa yang tenang, mudah-mudahan ini jadi indikasi baik untuk tahun 2010, agar semuanya lancar dan tenang-tenang saja," ujarnya. (C9-09)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

"Gus Pur" Kehilangan Gus Dur

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com - Dr Handojo, pemeran tokoh Gus Pur dalam program tayangan "Republik Mimpi", merasa kehilangan betul sosok mantan Presiden KH Aburrahman Wahid atau yang akrab disapa Gur Dur.

"Kita kehilangan sosok Guru Bangsa, sosok pembawa kedamaian dan pembawa kasih. Semua negara juga mengakui itu," ujar Gus Pur alias Handojo saat dihubungi Kompas.com melalui telepon genggamnya di Jakarta, Kamis (31/12/2009).

 

Handojo secara pribadi mengaku mengidolakan Gus Dur. "Saya pribadi memang mengidolakan beliau dan saya tahu lima menit setelah Gus Dur meninggal dari teman-teman saya yang ada di RSCM. Kata mereka, guru dan idola saya Gus Dur meninggal," kata Handojo.

 

Di mata Handojo, Gus Dur merupakan sosok pribadi yang hangat. "Gus Dur itu orangnya hangat, dia segala urusan dibawa enteng bahkan pas saya tanya bagaimana kondisinya, dia bilang tidak apa-apa hanya sakit biasa. Yah begitulah Gus Dur. Dia memang sosok yang enteng," ungkap Handojo.

 

Sebagai pemeran Gus Pur, yang menirukan gaya Gus Dur, Handojo juga tak pernah ketinggalan dengan kalimat "gitu aja kok repot" yang sudah menjadi ciri khas Gus Dur. "Saya selalu menerjemahkan kalimat itu, dalam arti Gus Dur selalu memecahkan masalah dengan mudah. Beliau tidak perlu pakai Tim Delapan, karena menurut Gus Dur 'gitu aja kok repot'," ujar Gus Pur.

 

Setelah kepergian Gus Dur, Handojo mengatakan untuk sementara waktu tidak akan memerankan tokoh Gus Pur, yang menganalogikan tokoh Gus Dur. "Kita lihat saja nanti. Kalau saya memerankan orang lain dan tidak harus menjadi Gus Dur kan bisa. Saya akan tanya dulu bagaimana restu keluarga Gus Dur dan PBNU, kalau masih diperbolehkan ya akan terus. Kalau tidak diizinkan ya stop, 'gitu aja kok repot'," pungkas Handojo. (C7-09)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

0 Response to "celebrity: Pinkan Mambo: 2009, Tahun Ujian"

Post a Comment

Powered by Blogger