celebrity: Wanda Hamidah: Rayakan Pergantian Tahun dengan Tidur

celebrity: Wanda Hamidah: Rayakan Pergantian Tahun dengan Tidur


Wanda Hamidah: Rayakan Pergantian Tahun dengan Tidur

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com - Malam pergantian tahun dilewati Wanda Hamidah (31) dengan tidur sebelum pukul dua belas malam. "Kalau memang tidak ada acara, ya jangan diada-adain. Nanti kita malah jadi konsumtif di malam Tahun Baru," kata Wanda, pemain sinetron yang kini menjadi anggota DPRD DKI Jakarta itu, Jumat (1/1).

Pada awal tahun 2010, Wanda tengah prihatin terhadap warga miskin yang belum mendapat layanan kesehatan secara layak. Wanda kini duduk di Komisi E, yang antara lain membidangi masalah kesejahteraan. Ia belakangan sering mengadvokasi warga yang memerlukan bantuan untuk mendapatkan surat keterangan tidak mampu.

"Ada bayi terkena tumor ganas di mata kiri. Kalau tidak segera dioperasi akan sangat berbahaya. Padahal kedua orangtuanya tunanetra yang miskin," tutur Wanda, ibu tiga anak itu.

Wanda heran, warga sesengsara itu kok juga ditolak untuk mendapatkan bantuan dana hanya karena alasan belum mempunyai kartu Keluarga Miskin (Gakin).

"Saya berusaha menggalang dana lewat teman-teman di Facebook," kata Wanda. Bayi penderita tumor itu kini dirawat di rumah sakit Jakarta Eye Centre. "Saya sedang mengirim surat ke direktur rumah sakit agar dia mendapat keringanan biaya," kata Wanda. Siapa ingin bersimpati? (XAR)

 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Ari Lasso: Berkah 2009

Posted:

Ari memakai bendera Kilau Indonesia untuk bisnis barunya. Ia tidak hanya menggarap acara di bidang pertunjukan musik, tetapi juga acara ulang tahun dan pernikahan. "Hari gini masak masih mau pilih-pilih kerjaan," tukas Ari.

Ari sudah dipercaya menggarap proyek yang cukup besar, seperti acara konser musik Soundrenalin 2009. Di acara itu, perusahaan Ari dipercaya menata dekorasi dan membuat desain artistik panggung.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Alena Libur "Gawe" demi Sang Adik

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com - Liburan Tahun Baru 2010 terbilang spesial buat penyanyi Alena. Dia bisa berkumpul dengan kedua orangtua serta tiga adiknya. "Sudah lama kami tidak bisa ngumpul bareng seperti ini karena salah satu adikku tinggal di AS dan jarang pulang," kata Alena yang sedang berada di Pecatu, Bali, Sabtu (2/1).

Nah, adik Alena yang tinggal di AS itu tahun ini pulang kampung. "Makanya, aku kosongkan jadwal manggung pada malam Tahun Baru," ujar Alena.

Takut disengat ubur-ubur ya? "Ha-ha-ha. Aku lebih suka fitnes biar badan tetap langsing. Cantik dan langsing kan termasuk modal penting buat penyanyi," ujarnya.

Pemenang final kontes menyanyi Asia Bagus 2000 di Malaysia itu berencana kembali ke Jakarta pada hari Minggu. Tiga hari kemudian, dia akan shooting untuk video klip single terbarunya, "Bukan Pangeran Impian".

 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Di Balik Perlawanan Luna Maya

Posted:

Infotainment telah muncul sebagai kekuatan hegemonik di jagat industri hiburan di televisi. Tidak banyak artis yang berani bersikap kritis bahkan melawannya karena takut tidak diekspose, dikucilkan, atau diboikot. Maklum, infotainment telanjur dianggap memiliki "kesaktian" mediatik yang menjanjikan popularitas.

Bagi industri hiburan di televisi, semua hal bisa dijadikan "barang dagangan", termasuk persoalan personal para tokoh masyarakat (pesohor). Prinsipnya: orang terkenal selalu menjadi berita (name makes news). Bagi seorang artis populer, tidur mendengkur adalah berita. Bagi politisi kondang, sakit sariawan adalah berita. Meskipun sesungguhnya masyarakat tidak mendapatkan makna penting atas berita-berita tersebut. Industri hiburanlah yang memaksakan hal-hal remeh itu penting sebagai kebutuhan.

Terbukti kebutuhan dapat diciptakan dan dikondisikan melalui pencucian kesadaran yang intens dan kontinu. Siapa pun bisa meyakini bahwa ketela itu sebagai roti jika ada kekuatan dan kekuasaan yang melakukan pemaksaan. Sehingga pada akhirnya orang tidak lagi mampu membedakan antara ketela dan roti, antara yang bermutu tinggi dan yang rendah, antara yang esensial dan yang artifisial. Industri hiburan mampu menjadikan publik mengalami disidentifikasi atas realitas dan makna. Begitu pula dengan "makhluk" bernama infotainment. Ia bisa mereduksi hal penting menjadi tidak penting dan hal tidak penting menjadi mahapenting.

Infotainment tanpa kriteria jurnalistik yang berbasis pada logika (pertimbangan kualitas dan kuantitas pemberitaan, kepentingan publik) dan etika (pantas dan tidak pantas, sopan dan tidak sopan) akan terjerumus pada jurnalisme gosip yang bombastis dan sarkastis. Jurnalisme gosip bekerja atas kepentingan subyektif (industri) bukan kepentingan obyektif (publik).

Industri hiburan cenderung mengutamakan keuntungan finansial tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip moral. Karena ia menganggap semua hal, termasuk manusia, adalah "benda" yang harus dieksploitasi dan dijual. Untuk itu, jurnalisme gosip tidak beroperasi di arus utama dinamika publik, melainkan di ceruk-ceruk domestik tokoh. Problem personal menjadi targetnya: perselingkungan, perceraian, persoalan tubuh, penampilan, kehidupan seks, dan hal-hal tabu lainnya. "Kamera dan pena infotainment sudah memasuki ruang-ruang privat. Sangat mengerikan," keluh seorang artis.

Infotainment yang berideologi jurnalisme gosip meyakini bahwa hal-hal yang tabu sangat disukai publik. Ini klop dengan watak sebagian publik yang memiliki hobi untuk ngrasani, ngrumpi atau menggunjing orang, terutama terkait isu yang miring dan kelam. Tradisi ngrasani menjadi bukti bahwa sejatinya relasi antarmanusia itu tidak selalu sentosa dan harmonis, tapi juga rapuh. Dalam konteks ngrasani, kebaikan dan keberhasilan orang bukanlah berita yang layak dan sedap disantap. Yang dianggap berita panas adalah keburukan dan kelemahan orang lain. Dengan ngrasani, orang merasa "katarsis", padahal sesungguhnya yang terjadi adalah perawatan atas jiwa yang sakit. Dan infotainment yang berideologi gosip telah sukses menyuburkan jiwa sakit masyarakat.

Jika Luna Maya melawan, bisa jadi karena industri infotainment sudah kebangetan di dalam "melucuti" wilayah pribadi orang. Persoalan dalam kasus Luna Maya versus wartawan infotainment sesungguhnya lebih condong ke moralitas daripada hukum formal. Penghinaan yang dituduhkan atas Luna Maya hanyalah akibat saja. Kasus Luna Maya semestinya menjadi pelajaran penting agar wartawan infotainment lebih elegan dan sopan dalam pemberitaan yang terkiat dengan persoalan pribadi orang sehingga terhindar dari tuduhan merampas hak asasi manusia.

Infotainment tidak perlu dilarang, melainkan dituntut melakukan perubahan ideologi pemberitaan yang mengutamakan kebenaran data dan fakta serta etika. Informasi bukan gosip, kebenaran realitas baik secara sosiologis maupun psikologis. Hiburan yang bergizi bukan hal-hal sensasional, bombastis dan sarkastis, melainkan kenyataan simbolik yang mampu memberikan pencerahan kepada publik.

Saatnya industri hiburan mengubah perangainya: memuliakan publik. Setiap jurnalis ditantang untuk membangun publik yang ideal: bermartabat dan toleran. Karena itu, mitos bahwa "yang tidak bermutu pasti laku" harus diakhiri dengan pandangan baru: hanya yang bermutu yang laku.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Jill Gladys: Pacarku Menganiayaku dan Gunakan Narkoba

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bintang sinetron Jill Gladys mengadukan Beft Nando, kekasihnya, ke Polda Metro Jaya. Kata Jill, pacarnya itu telah melakukan tindak kekerasan terhadapnya dan mengkonsumsi narkoba.

"Ya, aku melaporkan pacarku atas tindak penganiayaan dan pemukulan, dan penggunaan narkoba," ujar Jill ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, di Jakarta, Sabtu (2/1/2010).

Umur hubungan asmaranya dengan Beft belumlah lama. Namun, akunya, ia sudah berkali-kali menjadi korban tindak kekerasan kekasihnya tersebut. "Saya dua bulan pacaran, sudah terjadi empat kali pemukulan," ucapnya. "Ditampar, dicekik, sampai terakhir dia menaruh pisau di leher saya," lanjutnya.

Sebagai tandanya, aku Jill lagi, sejumlah bagian tubuhnya lebam. "Penganiayaan sudah berkali-kali dan yang terakhir itu terjadi sore hari. Itu aku ditampar. Selama itu aku ada lebam di rahang kanan, leher, dada kiri, dan bibir. Tapi, kemarin itu sudah tidak ada bekasnya yang terlihat," sambungnya.

Menengok ke belakang, kenang Jill, pada awalnya hubungan asmara mereka biasa saja. Tapi, kemudian, karena mengkonsumsi narkoba, Beft jadi tak terkendali. "Satu, dia pemakai narkoba. Mood-nya berubah-ubah. Kadang, kalau dia lagi nagih, suatu hal yang kecil bisa jadi sensitif banget," ucapnya.

Atas dasar itulah Jill akhirnya mengadu ke Polda Metro Jaya, ketika duda beranak satu tersebut sedang asyik berpesta shabu. "Kemarin malam kan saya memergoki dia lagi memakai shabu di apartemennya, di Apartemen Batavia, Kota. Tiba-tiba keluarga saya datang bersama polisi dan langsung menangkap dia sekaligus, jam 11 malam," terangnya.

Terang Jill lagi, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, Jill ditetapkan sebagai saksi. "Langsung dari Polda. Saya menjadi korban untuk kasus pemukulan dan saksi untuk kasus narkoba," tutup Jill. (C7-09) 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

0 Response to "celebrity: Wanda Hamidah: Rayakan Pergantian Tahun dengan Tidur"

Post a Comment

Powered by Blogger