Maudy Koesnadi Pentaskan 'Si Doel Anak Betawi' (okezone)
JAKARTA - Berangkat dari rasa kepedulian untuk melestarikan Budaya Betawi, Maudy Koesnadi yang dikenal sebagai artis nasional dan juga mantan None Jakarta 1993 pada tahun 2009 lalu pernah mengajak generasi muda Ikatan Abang dan None wilayah Jakarta Utara untuk mementaskan sandiwara musikal Cinta Dasima, sebuah cerita legenda yang di adaptasi dari novel Njai Dasima karya Gijsbert Francis tahun 1896.
Pementasan tersebut dinilai cukup berhasil karena prestasi yang dicapai sebagai produksi perdana berjalan lancar dan pementasan tersebut mendapat respon bak dari penonton dan media. Tahun ini, masih bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Maudy kembali memproduseri sandiwara musikal Betawi berdurasi 2 jam.
Lewat judul Doel, antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik, dipentaskan dan diselenggarakan oleh Ikatan Abang None Jakarta dari seluruh wilayah. Dari mulai angkatan 1990-an sampai 2009 turut ambil bagian dalam sandiwara tersebut.
Ceritanya diadaptasi dari film berjudul Si Doel, Anak Sok Modern yang dibintangi Benyamin S, Christine Hakim dan Ahmad Albar pada tahun 1973. Lewat sandiwara ini, Maudy mencoba menyuguhkan alternatif lain untuk mengenal kebudayaan Betawi tidak hanya melulu dari legenda Betawi yang sudah ada. Sama halnya dengan berusaha menggelar pementasan sandiwara musikal Betawi ini agar menjadi alternatif untuk mengenal budaya Betawi dari sisi lain.
"Tahun ini mencoba menghadirkan alternatif baru, dengan menyajikan cerita Doel. Kenapa? Buat saya Doel punya arti sangat khusus. Ini perjuangan yang luar biasa karena tidak semua pemain memiliki bakat akting. Ini adalah cita-cita, kami ingin memberikan generasi cinta kebudayaan Betawi," papar Maudy yang juga berperan sebagai Ibu Doel, saat membuka pertunjukkan di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (14/5/2010) malam.
Pementasan ini didukung desainer Indonesia yang telah dikenal dengan karyanya yang khas Retro, yaitu Malik Moestaram. Malik ambil bagian untuk mendesain khusus untuk kostum pada adegan fashion show yang bergaya tahun 70-an.
Sedangkan Ibu Hj Decy Widhiyanti (desainer kostum Betawi) yang telah lama menggeluti bisnis tata rias pengantin dan busana serta budaya khas Betawi kembali mewarnai sandiwara musikal ini.
Tak ketinggalan, Raden Sirait, desainer Indonesia yang dikenal dengan karya uniknya kembali mendukung pementasan ini. Setelah tahun lalu memberikan kontribusi yang besar dalam pementasan Cinta Dasima.
Dibuka dengan tarian tradisional Betawi dan menggunakan bahasa Betawi, sandiwara ini menceritakan Doel (Ade Firman Hakim) yang tinggal dekat Parung memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan teman lamanya, Usnul (Senandung Nacita Mizwar) yang telah berubah nama menjadi Usje.
Usje sudah berhasil sukses di panggung hiburan sebagai peragawati. Namun, ketenarannya tidak serta merta membuatnya sombong. Ia tetap berteman baik dengan Doel walaupun sudah punya pacar seorang aktor terkenal.
Sementara Doel mempunyai sahabat baik sejak kecil bernama Asnah (Nabilah Zata Dini). Asnah diam-diam memendam rasa padanya. Dan keluarganya pun berniat melamar Doel untuk menjadi menantunya. Apakah Doel menerima lamaran Asnah? Atau malah tetap mencurahkan perasaan cintanya pada Usje? Penasaran dengan ceritanya?
Segera datangi Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu, 15 Mei ini, pukul 19.30 WIB. (ang)






.gif)










.gif)





























0 Response to "Maudy Koesnadi Pentaskan 'Si Doel Anak Betawi' (okezone)"
Post a Comment